Monday, July 28, 2008

Miracle of the first touch...

Bismillahirahmanirrahim..

Alhamdulillah all praises due to Allah the Most Generous and the Most Merciful. Heaps of thankful due to Allah that make my life always on His right path. I felt grateful to Him that give easiness and enjoyment in all the things happened surrounding me in every seconds of life. As if I was the most fortunate creature ever created by Him... astaghfirullahala'zim...

Reflecting on all those great pleasurable moments, sometimes made me ponder whether they're actually true blessings or just as a test from Him. these triggered me to always meticulously aware of every deeds I do.

This was the first entry I wrote in other language. Hope this very first entry is not very bad as I can frankly speaking I was not a good English language communicator or writer. But why not give it a try? Who knows the miracle of the first touch.. I hope could finish writing in 30 minutes time before start studying the last week lectures that already an inch thickened.

Writing something like a diary in english reminisce me to the old sweet days when I was in a school somewhere in Klang. There was my english teacher Miss Norlini been not only as a regular teacher to me also been an intensive tutor to me especially one month prior to the examination. She was the one who chased me all the time asking me to submit an essay to her. But, if not because of her chased me around, urged me to write an essay which I put the least priority compare to all the other 10 subjects, all the feelings and things happened to me nowadays might somehow be different. Because what came out in the examination was almost exactly what she told me to do. A bounty of thanks I expressed to her. Perhaps she didnt know that I was expressing my gratitude to her but hopefully my prayer of her sakinah might reach Allah answer.

Actually what I want to write is what had made me feel happy until this very moment. I felt an urgency to write it down as it was something that I could appreciate it more whenever I lost this kind of happiness. The very current thing that make me happy was :

1. I had a new hair cut after 5 months letting it grow with utmost nice grooming. Adding the sweetness to it was the barber. is my housemate who gave me the greatest haircut. thanx to him. may his internal desire to be an orthopaedic surgeon become a reality soon. I pray for his success in that field.

2. I got new PBLmates for this semester that seem more cooperative and not so aggressive. Apparently, my group had excess member by 1. Usually it only 11 people in a group. I didnt really bother about it. For me excess by only 1 doesnt really matter as it can put more issues to be discussed. From statistics, the better the PBL group come out with the solution during the discussion the better the results that the members of the group get. Adding to that the tutor for the group was also a histology lecturer that I fond of during the first and second semester. What a pleasure had been granted to me. Alhamdulillah..

3. I got two new housemates. One will venture the rest of the medical course with me and other one is only temporary (i guess) because he is already working. So, sum-up currently there was 4 members in the house. The number should be 5 actually but 1 have been run out of the house for whatever reason remained mysterious. Still there was advantage as the rent could be divided by 4 instead of 3. May the ukhwah beaded nice and strongly through every day life we spend togetherness.

4. I pass the supplementary exam for HP. For the second time in my life I failed in subject I undertook. The previous one was during preparatory education in Banting which I failed Pure Mathematics subject in the 3 semester. During that time it didn't really bother as the marks didn't count for the final examination. But, failing to meet hurdle marks for HP subject could send me home to rest for 6 months and repeat the whole 3rd semester next year. Could not imagine how I might resist to that can of test.. but alhamdulillah I got it passed. it give me new spirits to strive even more for this neurological semester and the rest of the courses. A lot of lacking holes I have been identified during the last semester that determined me to paste it up with a victorious glory.. insyaAllah..

5. I managed to complete my 29th juz hafazan of al-Quran. Now i'm in progressing to remember back the 30th juz hafazan that once I remembered during my preparatory studies and during the first year. Hope by the upcoming ihtifal, managed to grasp both juzes in great memory. InsyaAllah..

6. For the frist time ever, I chaired a ceremony for a day long.(not actually a day but from 9.30 am to 5.00 pm). at first was a bit scared with chilling down my spine but I reprimand myself to always keep calm because I just learned that what make me feel nervous was the inability to control part of the brain called cerebellum. (this lecture was given by the lecturer the one that I fond of. that make me remember every single words came out from his mouth). The cerebellum part of the brain control things I plan to do with what i'm doing. Failure to control the cerebelum resulting in clumsiness. Then I think if I could take this in control so, everything would goes smoothly as what had been planned. Alhamdulillah the ceremony went well as what I reckon. Thanx for the knowledge from Dr. Collin Anderson.

Until here, I have to stop writing. its already over half an hour. may the things I perceived would sprouted into a better flower. may tomorrow be better than today..

wassalam...

Tuesday, July 22, 2008

Apabila manusia diuji........

Manusia sering mengeluh apabila diuji Allah dengan kesakitan, kegagalan, kekecewaan, kemiskinan dan kefaqiran. Tetapi manusia tidak pernah gelisah apabila diuji dengan kekayaan, kebahagiaan, kecukupan dalam kehidupan dan kemewahan. Itulah lumrah manusia………..anda, saya dan kita semua. Benar firman Allah:
"Sungguh manusia diciptakan suka mengeluh. Apabila dia ditimpa kesusahan dia berkeluh kesah. Apabila dia mendapat kebaikan (harta) dia menjadi kikir."
-Surah al-Ma'arij ayat 19-21

Tetapi berbahagialah manusia yang diuji dengan kesakitan, kegagalan, kekecewaan dan kemiskinan kerana sesungguhnya mereka di dalam golongan yang dikasihi oleh Allah. Sahabat-sahabat Rasulullah s.a.w suatu ketika menangis apabila mereka tidak diuji oleh Allah, kerana takut mereka telah hilang kasih sayang Allah. Tetapi kita hari ini di saat diuji........

Maka ketika hati kita tertanya-tanya “mengapakah Aku yang diuji?” maka ingatlah firman Allah:
"Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan saja mengatakan;
"Kami telah beriman," sedangkan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya kami telah menguji org2 yg sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui org2 yg benar dan sesungguhnya Dia mengetahui org2 yg dusta."
-Surah Al-Ankabut ayat 2-3

Tatkala diri berkata “Mengapakah aku tidak memperolehi apa yang aku citakan?” Allah berfirman:
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui."
-Surah Al-Baqarah ayat 216

Lantaran disaat diri terasa lemah, nafsu telah mengalah, hidup terasa tidak bermakna lagi maka renungilah ayat Allah:
"Jgnlah kamu bersikap lemah, dan jgnlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah org2 yg paling tinggi darjatnya, jika kamu org2 yg beriman."
- Surah Al-Imran ayat 139

Ditika hati bermonolog “Bagaimanakah harus aku depani segala ini” maka Allah telah berfirman untuk mu:
"Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu (menghadapi segala kesukaran dalam mengerjakan perkara-perkara yang berkebajikan), dan kuatkanlah kesabaran kamu lebih daripada kesabaran musuh, di medan perjuangan), dan bersedialah (dengan kekuatan pertahanan di
daerah-daerah sempadan) serta bertaqwalah kamu kepada Allah supaya, kamu berjaya (mencapai kemenangan)."
-Surah Al-Imran ayat 200

"Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan
mengerjakan sembahyang; dan sesungguhnya sembahyang itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk"
-Surah Al-Baqarah ayat 45

Sementara dirimu tercari-cari dahan untuk bergantung, seseorang untuk memperolehi kekuatan, Allah telah sedia ada bersamamu .....:
"Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain drNya. Hanya kepadaNya aku bertawakkal."
-Surah At-Taubah ayat 129

Dan apabila kau merasakan “AKU DAH TAK MAMPU BERTAHAN LAGI !!!!!”
Maka ingatlah firman Allah.........
"... ..dan jgnlah kamu berputus asa dr rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dr rahmat Allah melainkan kaum yg kafir."
-Surah Yusuf ayat 12

Sesungguhnya..............
" Allah telah membeli dr org2 mu'min, diri, harta mereka dengan memberikan syurga utk mereka... ..
-Surah At-Taubah ayat 111

Dan akhir sekali ingatlah diriku, dirimu dan diri kita semua “ Allah tidak akan membebankan seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”
-Surah Al-Baqarah ayat 286

“ Ya Allah..... jika ujian ini untuk menguji keimananku, berilah aku kekuatan, keimanan dan ketaqwaan. Jika ujian ini untuk kaffarah dosa-dosaku, berilah aku kesabaran dan keredhaan.”


Dipetik dan diedit dari http://kyuemmuscom.blogspot.com/2006_08_01_archive.html

Sunday, July 13, 2008

Transforming KL


Digosok-gosok lagi matanya. Dia seakan-akan tidak percaya apa yang dilihatnya. Apakah aku kembali ke zaman unta, ke zaman kolot dan purba? Begitulah detik hatinya. Dikesat hidungnya yang berair dengan kertas tisu. Kertas itu kemudiannya dicampakkannya ke tepi jalan.

"Assalamualaikum, pakcik.. tolong kutip kertas itu. Nanti pakcik rugi di Akhirat. Kebersihan itu separuh daripada iman." Bunyi satu suara di belakangnya. Ia bingkas berpaling. Siapa berani menegurku? Aku Datuk Dr.Johar, orang besar negara ini.

"Pakcik, biarlah saya tolong kutip,sebelum Penguatkuasa Iman dan Islam datang. Nanti didendanya pakcik," kata budak kecil berpakaian putih dengan serban yang melilit kepalanya. Datuk Dr. Johar membetulkan tali lehernya.

Ah, kalau dia datang biar aku sogok dengan duit ini. Siapa yang tak kelabu tengok duit merah, biru berlapis-lapis. Namun, Datuk Dr. Johar terus hairan. Bangunan pencakar langit dengan wajah pembangunan yang sofistikated. Ada helikopter bersimpang -siur bergerak di udara. Railbus bercerakah ke sana sini. Bullet train

"Ah, di mana aku sekarang ini?" gerutu hati Datuk Dr.Johar. "Hoi budak, Aku di mana sekarang ?" soalnya kepada budak yang menegurnya tadi. Budak itu tersenyum. Mukanya cerah dan indah. Tenang dan bersuara lunak. Apakah ini Aladin, budak Arab dengan lampu ajaibnya: teka-teki itu terus menerjah kepala dan kotak fikir Datuk Dr. Johar. Budak itu membuka mulut hendak menjawab. Belum sempat, tiba-tiba datang sebuah kereta jenis Ferrari, merah dan bercahaya. Keluar dua orang lelaki dengan pakaian yang hebat dan segak. Serban mereka berwarna hitam berjalur biru.

"Assalamualaikum....Maaf, pakcik. Kami terpaksa mendenda pakcik. Kesalahan membuang sampah ini sudah belasan tahun tidak berlaku di Darul Taqwa ini. Kami terpaksa mendenda pakcik. Kebersihan itu lambang iman. Negara ini menitikberatkan iman. Pakcik didenda, 30 kali subhanallah, 30 kali astaghfirullah dan selawat 100 kali." Kata pegawai penguatkuasa itu dengan lembut.

Datuk Dr. Johar tersentak. Apa namanya undang-undang ini. Tak ada dewan bandaraya di seluruh pelusuk dunia mengamalkannya. Dia tercengang-cengang. Namun egonya membumbung tinggi. Apa ? Dia nak marahkan aku ? " Ni duit lima ratus. Saya tak mahu buat apa yang kamu minta. Kita selesaikan di sini saja. Berapa gaji yang kamu dapat sebulan ? " tanyanya angkuh. "Pakcik, kita bekerja kerana Allah, bukan kerana gaji. Lagipun duit bukan ada harga lagi di zaman ini. Semuanya dipandang sebagai alat, bukan matlamat," kata pegawai berjanggut dan berjambang itu dengan tenang.

"Oh, oh .... Maafkan kami, pakcik. Kami nak tanya sikit, kenapa pakcik pakai pakaian zaman dulu?Mana pakcik dapat pakaian macam itu ?" Tanya pegawai itu pula. Aku yang gila, atau dia yang gila? Detak hati Datuk Dr. Johar. Dia berjalan ke arah kereta Ferrari yang berkilat itu. Melalui cerminnya dia nampak perawakannya dengan jelas. Tak ada yang salah. Tali leher, kemeja dan kotnya masih kemas dan segak. Daripada jenama yang mahal pula -Pierre Cardin. Kasutnya hitam berkilat daripada jenis Bally. Ah! Aku masih unggul. Lelaki tampan, lambang status dan kejayaan. Dia yang kolot, dia yang ketinggalan zaman.

"Anak muda, pakaian pakcik ni pakaian pemimpin. Pakcik orang besar di negara ini. Pakcik dah keliling dunia dengan pakaian ni. "

"Pakcik, itu pakaian puluhan tahun yang lampau. Ketika Islam belum berdaulat di Darul Taqwa ni. Moyang-moyang kami dulu saja yang pertahankan pakaian macam itu. Itu pakaian orang kuno di Barat. Sekarang, kami hanya dapat lihat gambar-gambarnya saja. Itupun dalam buku sejarah zaman peralihan Islam. Orang Barat zaman moden ini dah berpakaian macam yang kami pakai. Tak ada orang yang pakai macam tu kecuali orang-orang bukan Islam yang dijamin kebebasannya dalam sebuah negara Islam seperti Darul Taqwa."

Datuk Dr. Johar termanggu-manggu kebingungan. "Dimana aku sebenarnya ni?" Dia bertanya lagi kepada pegawai penguatkuasa dan budak kecil di tepi jalan. Dia masih kenal, Ini Jalan Chow Kit di tengah bandar Kuala Lumpur. Masih ada Masjid Pakistan dan Masjid Kampung Baru di sebelah sana. Tetapi itu sahaja, yang lain tak ada.


"Pakcik di bandar Mutmainnah. Ini jalan Mujahadah,namanya. Saya Haji Din,Pegawai Penguatkuasa Iman dan Islam. Diberi amanah untuk memastikan kebersihan lahir batin bandar ini."

"Apa? Bandaraya Kuala Lumpur dah jadi Bandaraya Mutmainnah? Jalan Chow Kit dah jadi jalan Mujahadah? Apa dia mutmainnah? Apa dia mujahadah tu? Apa yang terjadi ni?" Soalan-soalan itu terus menyerang benak Datuk Dr.Johar.

"Pakcik, kami rayu pakcik membayar denda tadi. Kalau tak boleh sekarang, lepas sembahyang nanti pakcik laksanakanlah. Demi kebaikan pakcik dunia dan Akhirat."

Tiba-tiba terdengar suara orang memberi salam dari jauh. Nyaring dan jelas. Seorang lelaki pertengahan umur berlari kepada seorang pegawai penguatkuasa. "Tuan, hukumlah saya. Saya mengumpat tadi. Ya Allah ! seksa Neraka amat pedih..Tolonglah, tuan. Hukum saya di dunia sebelum saya dihukum di Akhirat!" rayu lelaki itu. Pegawai tadi berpaling ke arah lelaki yang baru datang, dan kesempatan itu diambil oleh Datuk Dr. Johar. Dia lari sekuat-kuat hati. Peliknya mereka tidak mengejarnya. Ia terlepas....Lega...

Dahaga dan lapar mula menggigit tekak dan perutnya. Dia mesti makan. Dia perlu minum.Tapi di mana? Tiba-tiba ia terdengar suara komputer dari sound system di tepi-tepi jalan : "Assalamualaikum, kepada seluruh penduduk Kota Mutmainnah. Syed Al-Abrar, hartawan besar berada di Jalan Uwais Al Qarni merayu fakir miskin supaya sudi menerima sedekahnya. Hari ini ia menjamu nasi dan minuman. Sila datang!"

Datuk Dr. Johar orang besar Darul Ghurur itu tidak akan mencemar duli menagih nasi. Dia ada duit, mampu membelinya sendiri. Dia pun masuk ke sebuah restoran di tepi jalan. Di situ penuh dengan pelanggan. Semuanya berserban dan berjubah. Matanya tak betah lagi melihat semua itu. Tapi kerana lapar ia masuk juga.

"Maaf tuan, itu pintu masuk untuk wanita. Di sini untuk lelaki."

"Ceh! Diskriminasi, doubel-standard, lelaki dipisahkan daripada perempuan." Mukanya dicemekkan kepada tuan kedai yang menegurnya.

"Ada restoran lain yang mengamalkan persamaan taraf antara lelaki dan perempuan? Saya tak suka pemisahan-pemisahan macam ni!" Lelaki itu tersenyum. "Empat puluh tahun yang lalu adalah. Sekarang ni kita sudah bebas dan merdeka. Zaman penjajahan fikiran dan jiwa sudah berlalu. Tak ada diskriminasi wanita di sini, tuan. Amir Muhammad, pemimpin Darul Taqwa telah menaikkan taraf wanita tanpa Women's Libs. Kalau tuan ada isteri dan membawanya bersama, sila masuk ke sana. Di sana ada tempat khusus untuk makan bersama isteri dan anak perempuan," terangnya. Mukanya jernih. Serban dan jubahnya serba putih.

"Ini bertentangan dengan prinsip demokrasi. Sistem pemerintahan kapitalis, sosialis, nasionalis malah komunis sekalipun tak macam ni..."

"Masya-Allah pakcik, jangan disebut lagi nama-nama ideologi tu. Semuanya telah termaktub sebagai ajaran-ajaran sesat dalam perlembagaan Darul Taqwa ini. Tak ada orang lagi yang berpegang dengan fahaman jahiliyyah tu... Subhanallah...." Keluh tuan restoran itu sambil mengurut-ngurut dadanya. Ekor serbannya bergoyang-goyang ketika ia manggeleng -gelengkan kepalanya. Ah! Persetankan semua itu. Perut aku lapar. Datuk Dr. Johar pun duduk.

"Nasi beriani sepinggan!" ujarnya kepada pelayan. "Dalam pinggan, tuan?" tanya pelayan itu kehairanan. "Ya ! Apa peliknya?"

"Baik,tuan. Tapi semua orang berebut-rebut pahala makan berjamaah. Tuan makan seorang ?" tanya pelayan berkulit hitam itu.

Dia tambah geram. Direnung ke hadapan, iaitu keempat orang yang sedang menikmati makanan. Tidak ada meja makan hanya hamparan permaidani tebal dengan dulang-dulang indah yang tersusun rapi. Mereka makan satu dulang. Yek! Jijiknya. Ah! Aku tetap aku. Aku ada pendirian! Nasi beriani dengan ayam goreng kegemarannya terhidang di atas kain putih khas.

"Jemput makan dengan nama Allah yang memberi rezeki," kata pelayan itu dengan sopan. Datuk Dr.Johar makan dengan seleranya. Dewan makan itu berhawa dingin lengkap dengan alat TV dan pita videonya sekali. Dia makan seorang diri bagai kera sumbang.

" Ya Allah,apa musibah yang menimpa ana Subuh tadi. Ana masbuk dalam sembahyang jemaah Subuh, "ujar seorang lelaki muda dengan wajah yang kecewa. Suapnya perlahan. Macam tak lalu makan saja.

"Anta tak cuba tampung dengan amal makruf yang lain ?" tanya sahabatnya di sebelah. Dia nampak simpati. Datuk Dr. Johar pasang telinga saja.

"Ana nak sedekahkan lima ribu ringgit ....Malang nasib ana. Ana tunggu lima jam di tepi jalan tadi, seorang pun tak mahu terima sedekah ana" Keluhnya.

"Susah kita sekarang. Orang miskin yang bolot pahala redha, pahala sabar. Mereka patutnya bantulah kita. Tolonglah terima sedekah kita. Ah, susahnya jadi orang kaya macam kita ini. Dahlah nanti di Akhirat banyak hisabnya, di dunia orang tak sudi pula terima sedekah kita, keluh seorang yang sama-sama makan dengan lelaki muda tadi.

"Kalaulah kita hidup zaman moyang kita dulu, kan dapat kita korbankan harta yang banyak ini. Saya pun dapat harta ni melalui warisan daripada bapa, yang diwarisi oleh datuk saya daripada moyangnya. Kita tunggulah bila kerajaan nak bangunkan projek negara atau nak gunakan duit untuk kemaskinikan kementerian-kementeriannya.... Saya nak labur habis-habisan. Biar jadi saham Akhirat," kata pemuda itu menutup perbualan. Mereka pun makan dengan perlahan-lahan. Datuk Dr.Johar makin pelik.

"Tambah nasi sepinggan lagi!" ujarnya kepada pelayan restoran. "Demi kesihatan tuan, saya nasihatkan....Berhentilah sebelum kenyang. Maaf tuan saya terpaksa mengatakan demikian. Saya pelayan kedai merangkap pegawai perubatan ....," kata pelayan itu lagi. "Apa? Awak pegawai perubatan? Seorang doktor ke? Kelulusan luar negeri atau dalam negeri? Awak sepatutnya bertugas di hospital, bukan di restoran!" bentaknya. Marah campur geram.

"Tuan, mana ada hospital sekarang.Yang ada khusus untuk bayi, kanak-kanak dan wanita, juga para mubaligh dan mujahid yang cedera ketika berjuang. Tuan, kalau tuan amalkan makan hanya bila lapar dan berhenti sebelum kenyang, tuan akan sihat, insya-Allah. Kita tak perlu hospital!"

"Bodoh, kalau macam tu, macam mana nak rawat pesakit kencing manis macam aku ini ?" leternya perlahan-lahan. "Penyakit kencing manis? Tuan menghidapnya? Saya ada baca buku perubatan edisi tahun 1990 dulu. Sekarang penyakit tu dah tak ada siapa menghidapnya....."

"Batalkan saja oder saya tadi, banyak sangat cakap, boring. Saya perlu hiburan sekarang ...Di mana boleh saya boleh dapatkan hiburan?" tanyanya. "Di sana,tuan. Melalui butang pada sistem komputer di sebelah sana, tuan boleh dapat apa saja hiburan yang menyegarkan. Tak payah risau pasal bil. Percuma.

Datuk Dr. Johar, orang besar negara, melangkah hebat ke tempat yang ditunjukkan. Berbagai -bagai butang dengan bermacam warna berkelip-kelip. Sangat rumit tapi kekeliruan itu dapat disembunyikannya. Dia malu kalau-kalau dengan pakaian jenama Pierre Cardinnya ia masih kelihatan kolot.. Entah di mana falsafah moden Datuk Dr. Johar. Pada pakaiannyakah atau otaknya?

Diberanikan hatinya; satu butang warna hitam ditekan. Dalam skrin timbul tajuk besar- KHAUF. Apa bendanya ni? Kemudian menyusul nama-nama lagu: MATI ITU TERLALU SAKIT, ALAM BARZAKH YANG PASTI, MIZAN NOKTAH PENYESALAN, IZRAEL DATANG TIBA-TIBA.

Seram sejuk tubuhnya.

"Apa nama lagu macam ini? Biarlah menaruh harapan sikit. Hatiku macam kristal, boleh pecah dengan lagu-lagu macam tu. Aku belum nak mati lagi," protes hati Datuk Dr.Johar. Dia beralih ke butang hijau tanpa lengah terus menekannya. Tertera di atas skrin komputer: 'RAJA'. Kemudian tersembul tajuk-tajuk lagu. Dibacanya dengan teliti... FIRDAUSI MELAMBAIMU, DEMI CINTA DAN RAHMAT-NYA, KEINDAHAN JANNAH YANG ABADI..

Kepala datuk Dr. Johar makin pusing. Semuanya tentang Akhirat. "Apa nak jadi ni?Tak ada lagu yang hot sikit ke?" tanyanya kepada seorang anak muda berjubah coklat di sebelahnya.

"Nanti ya pakcik. Saya pilihkan lagu yang paling hot sekarang ni. Top-hit anak-anak muda sekarang..."
"Ya, ya saya setuju," balas Datuk Dr. Johar. Telinganya dihalakan kepada sistem suara di dinding restoran itu. Dia ingin dengar lagu-lagu kegemaran muda-mudi daerah asing itu.

"Eh ...Ni suara orang mengaji."
"Nanti dulu pakcik, selepas ni ada terjemahannya kemudian baru menyusul lagunya," kata pemuda berjubah cokat itu sambil matanya di tutup rapat-rapat. Asyik sekali dia. Kemudian getaran suara bergema....

Cintaku berlabuh di persada rahmat
Mumendamba kasih yang tidak berhujung
Mengutip sayang di hamparan cinta suci
Inilah getaran hatiku memburu cinta.......
Stanza hati merindu Ilahi!

Datuk Dr. Johar tak tahan lagi. Ia merengus dan pergi ke kaunter bayaran.

"Maaf tuan, duit ini duit lama. Kalau tuan tak mampu bayar kami halalkan sajalah ..." Datuk Dr. Johar makin geram. Dia menderam dan berkata, "saya bayar dengan kad kredit saja!" Dia hulurkan kad kredit warna keemasannya.

"Maaf sekali lagi, tuan. Kad kredit ini tidak boleh kami terima, kami halalkan sajalah."
"Tak, pantang saya minta sedekah. Saya ada harta simpanan berbungkal-nungkal emas di bank. Takkan saya nak bawa, nanti disambar pencuri."
" Darul Taqwa tak ada pencuri, tuan. Pencuri terakhir telah dipotong tangannya 30 tahun yang lalu ketika minta dihukum di hadapan hakim kerana takutkan seksa Neraka."
"Ah, aku tak nak dengar semuanya. makin gila aku dibuatnya," pekik Datuk Dr. Johar lantas meluru keluar dari restoran itu.

Di luar,semua pandangan menyakitkan hati. Mengapa orang kolot ini mentadbir teknologi begini tinggi. Pemandu bullet train berserban merah tersenyum kepadanya. Pilot helikopter dengan tulisan 'MAKRUFAT AIRTRANSPORT' sibuk dengan urusannya. Di papan itu terpampang gambar seorang lelaki dan perempuan berserta anak-anak meraka. Semuanya berserban, berjubah dan berpurdah. Di jalan-jalan raya suasana meriah dengan salam dan senyum. Baginya,semua itu seolah-olah menyindir dan mengejek. Kenapa jadi begini? Kenapa? Kenapa? Kenapa? Mengapa? Mengapa? Mengapa?

Datuk Dr. Johar tiba-tiba menjerit. Tekanan dalam jiwanya yang kian tersumbat itu tiba-tiba meletus. "Datuk..!Datuk..! Bangun, Datuk. Ada berita buruk !" kata pembantunya.

Datuk Dr.Johar bangun. Ia tertidur sewaktu menunggu keputusan pilihanraya hari itu.

"Kenapa? Parti kita kalah? Aku kalah? "tanya Datuk Dr.Johar.

"Maaf Datuk. Begitulah keutusannya" jawab pembntu itu.

Datuk Dr. Johar seakan tidak percaya. Digosok-gosok lagi matanya.


dipetik dan diedit dari :
http://www.iluvislam.com/v1/readarticle.php?article_id=1091

Friday, June 20, 2008

After a long gap..

Bismillahirahmanirrahim..

Setelah sekian lama tidak menaip di blog ini, akhirnya masih lagi di beri kesempatan dan peluang untuk meneruskannya. Alhamdulillah. Masih lagi di beri kesempatan untuk mengukirkan apa yang terjadi di sekeliling kehidupan ini.

Sekian lama tidak meluahkan perasaan melalui penulisan, menjadikan hidup berlalu begitu sahaja tanpa dapat digarap pengajaran. Setidak-tidaknya dengan penulisan mendorong diri untuk berfikir, menganalisa dan mengambil pengajaran.

Banyak perkara berlaku di sekeliling kini. Baik yang berlaku di depan mata maupun perkara yang diketahui melalui saluran media massa. Bermula dari sekecil-kecil perkara seperti masalah peribadi seseorang, masalah sosial dalam masyarakat, masalah politik di peringkat negara sehinggalah masalah ekonomi global dengan harga minyak dunia meningkat mendadak. Memang banyak sungguh masalah berlaku.

Tetapi setiap yang berlaku, telah berlaku dan berlalu. Tanpa ada respons dari diri ini yang kini bergelar seorang mahasiswa. Diri ini hanya mampu melihat dan memikirkannya buat seketika yang kemudian ia berlalu begitu sahaja. Seolah-olah kehidupan ini hanya terkongkong dalam satu kepompong kecil. Hanyut, leka dan lena dalam dunia sendirian. Lebih suka berkorban dan berhabisan untuk perkara yang mendatangkan keuntungan kecil. Jauh sekali ada keinginan untuk hidup dengan memberi.

Mungkin perasaan ini juga dialami oleh kebanyakan mahasiswa-mahasiswi lain. Patutkah bertindak sedemikian rupa? Telah dikurniakan nikmat biasiswa setiap bulan, menghuni di bumi asing yang menjadi impian rakyat lain untuk menjejakkan kaki. Tetapi hanya mampu untuk melihat dan menunggu apa natijah dari setiap perkara berlaku disekeliling. Yang hanya mementingkan suatu matlamat kecil sedangkan terdapat matlamat unggul yang menjanjikan pulangan yang hakiki.

Matlamat unggul ini tidak semua orang ketahui kerana kurangnya pendedahan mungkin akibat terlalu "rigid" untuk hanya mengikut, tunduk dan patuh kepada sistem pembelajaran yang telah dipersetujui dan ditandatangani. Habis 4,5 atau 6 tahun mesti menjadi seorang doktor, engineer, architecture, accountant, dan lain-lain lagi. Selepas habis belajar wajib berkhidmat untuk tempoh sekian masa sebagai balasan hutang yang perlu dilangsaikan. Tidak pun mencari pekerjaan di syarikat-syarikat yang menyediakan gaji lumayan. Lagi lumayan lagi bagus. Yang kemudian lagi taat dan patuh kepada setiap arahan boss syarikat untuk tempoh masa sekian masa. Dan bagi yang masih berkebolehan, ingin meneruskan pembelajaran ke peringkat "Masters" dan "PHD" ataupun specialist atau subspecialist. Mengejar pangkat bergelar Professor, Professor Madya, Dr. , Ir. . Dengan penuh keyakinan menurunkan tandatangan pada surat perjanjian untuk taat dan patuh kepada setiap tugasan sehingga tamat dan keluar menjadi seorang yang diimpikan.

Itulah sedikit sebanyak matlamat dalam jangka masa 10 atau 15 tahun akan datang yang sentiasa bermain-main di pemikiran kebanyakan mahasiswa-mahasiswi di luar negara. Apakah kita menyedari sistem pembelajaran yang kita peluki merupakan ciptaan manusia juga. Ia seringkali berbeza dari suatu universiti dengan universiti yang lain. Yang seringkali diubah-ubah dari tahun ke tahun mengikut kesesusaian semasa. Yang pembelajarannya kadang-kala hanya mementingkan apa yang akan disoal pada musim peperiksaan. dan rata-ratanya kalangan kita hanya mengingat sebilangan kecil ilmu yang dipelajari pada semester-semester lepas dan menjadi makin luput dari ingatan dengan masa yang berlalu apatah lagi jika ilmu itu tidak diulangai dan diamalkan.

Dengan sedar atau tidak itulah sistem ciptaan manusia yang telah kita peluki. Penuh dengan percaturan dan permainan untuk mempengaruhi pemikiran dan tindak-tanduk kita yang akan dijadikan bekalan panduan untuk lebihan kehidupan seterusnya. Jika tidak bersedia untuk membuka minda dan merendahkan diri untuk mempelajari suatu yang menjamin pulangan hakiki akhirnya terjerumuslah kita ke lembah yang penuh permainan dan senda gurauan. Maka benarlah apa yang diperkatakan dalam al-Quran bahawa dunia ini permainan dan senda gurau. Janganlah sampai Allah menutup pintu hati dan membiarkan kita terus dengan matlamat hidup yang sempit yang akhirnya mendatangkan kerugian yang besar. Sepertimana firman Allah dalam Surah Nuh ayat 42:


"Maka biarkanlah mereka tenggelam dan bermain-main(dalam kesesatan) sehingga mereka berjumpa dengan hari yang diancamkan kepada mereka."

Dengan sedar atau tidak inilah sebenarnya masalah pemikiran yang sedang melanda kebanyakan mahasiswa-mahasiswi masakini. Umum selalu menuding jari kepada remaja yang selalu berpeleseran di pasaraya-pasaraya, remaja yang menjadikan jalanraya sebagai medan pertarungan dan remaja yang melakukan kes-kes jenayah seperti terlibat dalam penyalahgunaan dadah, merompak dan mecuri dan sebagainya. Dengan perbandingan sebegini mahasiswa-mahasiswi luar negara khususnya, merasakan diri mereka dalam keadaan zon selesa, yang tidak mendatangkan masalah kepada masyarakat dan
hanya menjaga baik-baik setiap assignment-assignment dan kertas-kertas peperiksaan agar ianya terisi dengan tepat dan betul. Penting sekali lulus dan biasiswa dapat diteruskan. Perkara selain dari itu, boleh diambil sambil lewa dan tidak perlu untuk memerah keringat pemikiran dan bersengkang mata.

Begitulah sistem yang berjaya mengaburi mata kebanyakan kita. Tatkala musuh-musuh Islam bergembira dengan lahirnya generasi "lembik" yang hanya disuapkan dengan ilmu "permainan" oleh mereka. Ditambah lagi dengan pelbagai jahiliyah moden bersarang di pemikiran generasi Islam yang lahir. Mungkin inilah generasi yang akan memimpin negara suatu hari kelak. Dengan ini berjayalah program teliti yang dirancang oleh musuh-musuh Islam. Membenarkan tamadun mereka untuk kekal menakluk dunia dan membiarkan tamadun Islam terus ditindas dan diinjak-injak.

Tetapi kebanyakan kita masih tidak sedar dan tidak mahu membuat perubahan...

Suatu sistem yang unggul seharusnya menyediakan para rijal yang memiliki sifat kesyumulan Islam dalam kehidupan. Tahu dan faham setiap intisari Al-Quran dan mempunyai matlamat hidup yang jelas. Para rijal yang tahu cara sebenarnya mengatur kehidupan yang memastikan setiap saat yang berlalu sentiasa ingin mencari keredhaan Illahi. Sistem unggul yang juga dapat menjamin kesinambungan generasi pelapis untuk sekalian waktu yang panjang sehingga waktu akhirat. Sistem unggul yang dapat mengembalikan kegemilangan Islam yang suatu ketika pernah menakluk dua pertiga dunia.

Maka tidak lain dan tidak bukan jalannya hanyalah dakwah di jalan Allah. Dengan dakwahlah akan tersebarnya risalah Islam dan dapat menerangi hidup setiap insan. Allah menjanjikan pulangan yang lumayan kepada sesiapa yang membantu menyebarkan risalah-Nya. Sepertimana firman-Nya :


Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang yang beriman akan jiwa dan harta mereka dengan memberika syurga untuk mereka. Mereka berjuang pada jalan Allah maka (di antara) mereka ada yang membunuh dan terbunuh. sebagai janji yang benar yang ditetapkan oleh Allah di dalam Taurat dan Injil serta Al-Quran; dan siapakah lagi yang lebih menyempurnakan janjinya daripada Allah? oleh itu, bergembiralah dengan jualan yang kamu jalankan jual-belinya itu, dan jual-beli (yang seperti itu) ialah kemenangan yang besar. {At-Taubah:111}


Sepotong ayat di atas telah menjelaskan sejelas-jelasnya prasyarat bagaimana untuk mencapai matlamat hidup yang unggul iaitu memiliki syurga Illahi. Alangkah bahagia kepada siapa yang telah ditetapkan namanya sebagai seorang daripada penghuni syurga. Bukan mudah untuk mendapatkannya tetapi bukan susah juga untuk melepaskannya. Paling penting sekali perlu bermula dengan niat yang ikhlas, keazaman yang tinggi, matlamat yang jelas dan kefahaman mendalam.

Pastinya akan tibanya mehnah dan tirbulasi di sepanjang perjalanan menuju ke matlamat yang unggul kerana syaitan itu sentiasa mempengaruhi manusia selaju aliran darah dalam tubuh manusia. Benarlah sepertimana kata-kata Allah dalam surah Al-Ankabut: 2-3 :

"Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan saja mengatakan; "Kami telah beriman", sedangkan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang2 yang benar dan, sesungguhnya Dia mengetahui orang2 yang dusta."

Maka perbetulkanlah matlamat hidup kita agar ianya pasti mencapai matlamat yang unggul. Berusahalah terhadap segala prasyarat-prasyarat untuk mencapainya semoga kita sentiasa berbahagia dan tenang di dunia dan akhirat.

Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenang dengan mengingat Allah, Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram. {Ar-Ra'd:28}


Wallahua'lam...





Saturday, February 16, 2008

Freelancer...moments before going off...

Setiap tahun rakyat Melayu di Malaysia diperhambakan untuk meraikan perayaan orang-orang kafir. Bukannya sekali malah hingga 4, 5 kali dalam setahun. Padahal perayaan orang-orang Islam hanyalah 2 kali setahun. Sungguh meriah rakyat di negara ini sehingga dalam hanya setahun meraikan lebih daripada 2 perayaan yang tidak patut disambut. Alasan hanyalah untuk perpaduan semua kaum. Isk3x… Lebih mengundang padah lagi, masyarakat Islam dipaksa berjalan di jalanan-jalanan ibu kota dengan memayungkan tanglung-tanglung merah yang menjadi pujaan masyarakat yang tidak beriman. Ini tidak mengambil kira gua berhala yang semakin hari semakin membesar dan cantik dihiasi. Apakah patut kita tidak sensitif dengan perkara ini, sedangkan setiap hari kita melaungkan kalimah Lailahaillallah (tiada tuhan melainkan Allah). Di manakah letaknya praktikaliti terhadap kalimah yang kita laungkan sekurang-kurangnya 9 kali sehari ini?? Tidakkah kita mengetahui bagaimana para sahabat bertindak segera dengan rasa penuh kebencian apabila mendengar segala anasir-anasir menentang tertegaknya kalimah ini??

Come onla.. kita bukan hidup di negara majoriti orang bukan Islam seperti di Aussie, NZ, UK, Ireland, US, Rep Czech dan Russia, tetapi menghuni di negara 60 % masyarakat beragama Islam. Jika pergi ke negara-negara tersebut pun kadang-kala tidak didapati gantungan-gantungan seperti yang terdapat di negara ini. Masyarakat Cina pun hanya menggantung 1 atau 2 kalung merah di rumah mereka dan menyambutnya dengan makan besar pada malam tahun baru. Habis di situ sudahlah... tak perlu untuk menggembar-gemburkan hingga tersiar di kaca televisyen, hingga kanak-kanak kecil menghafal lagu perayaan tersebut seolah-olah orang Islam mengiktiraf dan menyanjung kewujudan agama selain agama Allah ini. Apakah kita tidak terdetik di hati walau sedikit membenci perkara ini?? Inilah sensitiviti kita..

Masalahnya di sini ialah kurangnya sensitiviti kita terhadap keadaan sekeliling disebabkan kurangnya pengetahuan asas-asas agama Islam yang mencorakkan keimanan dalam diri setiap orang Islam. Keimanan inilah yang akan memberi kesedaran dan sensitiviti terhadap apa yang berlaku di sekeliling. Kalau kita tak mampu untuk mencegah dengan tangan dan perkataan cukuplah membenci dalam hati dan itupun selemah-lemah iman..

Ini tidak lagi ditambah dengan sikap para pemimpin negara yang terang-terang terkenal dengan sikap bermain-main hinggakan perkara penting seperti pengisytiharan tarikh melarutkan parlimen (parliament dissolved) pun dibuatnya main-main. Apakah helah disebalik gimik ini?? Adakah dengan gimik ini dapat menutup segala kelemahan, kelembapan, ketidakadilan, kerasuahan, ketamakan dan ketidakprihatinan?? Tidak perlu untuk mengulas lebih lanjut hal ini..

Tidak salah untuk kita hidup berasimilasi dalam masyarakat majmuk seperti di negara ini. Malahan ia merupakan suatu rahmat kurniaan Allah bumi ini. Telah terbukti pembangunan fizikal dan materialistik di negara ini selepas merdeka kebanyakannya dipelopori oleh masyarakat Cina yang sedikit sebanyak memberi tempias kesenangan kepada masyarakat Melayu. Memang masyarakat Cina yang sinonim dengan usaha gigih dan bersungguh untuk mencapai sesuatu berhak untuk memonopoli kenikmatan ekonomi. Tengok sahaja pasaraya-pasaraya di seluruh negara kebanyakannya dimiliki oleh orang Cina. Semakin lama semakin bercambah bak cendawan lepas hujan.

Sekarang didapati kebanyakan trend hub-hub perhentian di suatu kawasan perumahan terutama di Lembah Klang pasti terdapat satu stesen minyak Petronas dan satu pasaraya Giant. Bagusnya ia untuk memudahkan orang ramai. Dari segi pemilikan sinonimnya, Petronas dengan orang Melayu dan Giant dengan orang Cina.

Mari buat perbandingan.. Berapa banyak pecahan duit yang diberikan kepada dua premis ini setiap kali seseorang berhenti untuk memenuhi keperluan masing-masing?? Duit yang diberikan kepada stesen Petronas akan disalurkan kepada pihak Petronas dan disimpan sehingga harga minyak masih kekal melambung (RM 1.90 seliter), tetapi duit yang diberikan kepada pasaraya Giant sudah tentu disalurkan kepada orang Cina dan mereka boleh gunakan untuk keutamaan masyarakat Cina. Dan itu hanya di hub-hub perhentian, tetapi banyak lagi pasaraya-pasaraya Giant di bangunan-bangunan lain dan terdapat banyak pasaraya-pasaraya milik Cina (Pasaraya TC Permata) yang lain dan banyak lagi pasaraya-pasaraya milik orang Cina yang akan tumbuh (Pasaraya KK). Lebih menyedihkan pasaraya-pasaraya ini dapat bernafas segar walau diletakkan di kawasan penduduknya majoriti Melayu. Apakah semua ini?? Apakah orang Melayu sanggup berterusan hidup dengan menyalurkan duit setiap hari kepada orang lain yang akhirnya digunakan untuk membayar yuran anak-anak orang lain di universiti-universiti terkemuka di dunia?? Siapakah yang beruntung di sini?? Orang lain dapat menyiapkan anak-anak mereka dengan ‘modal insan’ bertaraf antarabangsa yang kemungkinan kita sendiri yang membiayainya tetapi meninggalkan anak sendiri terkuntang-kanting meminta-minta..

Inilah namanya dasar monopoli yang sama sekali dilarang dalam Islam. Dasar monopoli yang menafikan hak orang lain untuk berusaha. Dasar yang menindas sebelah pihak dengan memberi keuntungan berlipat kali ganda kepada pihak yang lain.

Sekilas pandang siapakah yang paling dekat untuk mengatasi masalah ini?? Sudah tentu adalah pihak pemerintah yang berkuasa.. Tetapi hingga kini perubahan yang diharapkan tidak terjadi walau telah jelas lagi bersuluh kenaikan harga barangan terutamanya barangan keperluan disebabkan dasar monopoli ini. Tidak perlu disebutkan barang apa dan siapa taukenya. Apakah pemerintah kini tidak ‘kreatif’ untuk memikirkan jalan-jalan yang dapat menyelesaikan masalah ini hingga dapat memanfaatkan dan memberi keadilan kepada setiap rakyat??

Tetapi ini juga merupakan tanggungjawab fardhu kifayah yang diamanahkan secara terbuka kepada setiap orang Islam.. Siapakah yang sanggup dan berani menggalasnya?? dan selagi masih tiada orang Islam yang volunteer untuk menggalas tanggunjawab ini ia merupakan tanggungjawab fardhu ain kepada setiap orang Islam.. fikir-fikirkanlah..

Sepatutnyalahkan dalam kondisi masyarakat majmuk di Malaysia sekarang merupakan suatu rahmat bagi orang Islam. Ini kerana masyarakat Cina merupakan sasaran dakwah utama dan terbuka bagi kita. Jika diperhatikan ramai masyarakat Cina yang menjadi golongan professional kerana mereka rajin berfikir dan mengkaji tentang sesuatu. Malah mereka juga melengkapi diri mereka dengan usaha gigih dan tekun dalam sesuatu bidang sehingga mereka menjadi seorang yang terulung. Tidakkah kita terfikir jika masyarakat Cina ini didedahkan untuk berfikir dan mengkaji tentang Islam melalui usaha orang Islam insyaAllah akan ada hati mereka yang terbuka untuk menerima hidayah Allah dan lantas memeluk Islam. Jika dirangsang lagi keimanan mereka agar kukuh dan sebati dalam jiwa pasti mereka akan menjadi golongan yang lebih terunggul berbanding zaman mereka sebelum memeluk Islam.

Mari buat perhitungan secara logic. Penduduk Malaysia kini dianggarkan 26 juta orang. 15 juta ialah orang Melayu berbanding 5.2 juta orang Cina. Jika 3 orang Melayu berjaya mengambil berat dan berusaha dengan berdakwah kepada seorang Cina, setidak-tidaknya 10 % daripada 5.2 juta orang Cina ini insyaAllah mendapat hidayah Islam. wallahua’lam.

Jika seabad lepas pihak British menggalakkan kemasukan beramai-ramai masyarakat Cina dan India ke bumi Islam ini dengan harapan untuk melenyapkan segala ketamadunan Islam didalamnya sedikit demi sedikit walau British telah angkat kaki. Sama sekali harapan ini tidak benar belaka malah tidak sehaluan. Ini kerana kebatilan tidak dapat tertegak selamanya, melainkan kebenaran akan memusnah-robekkan kebatilan dan akhirnya kebenaran pasti terbina.

Adakah masyarakat Islam tidak meyakini kebenaran ini?? Atau adakah masyarakat sendiri takut untuk memperjuangkan kebenaran ini?? Inilah dinamakan perjuangan.. Jika dahulu kala masyarakat berjuang dengan mengangkat senjata, tetapi masyarakat kini berjuang dengan minda, skills dan keberanian.

Adakah kita risau dan sangsi dengan sistem apakah yang akan digunapakai jika pemerintahan ini beralih tangan?? Adakah kita berpendapat sedikit kesenangan kebendaan sekarang ini tidak akan dapat lagi dikecapi jika tampuk pemerintahan beralih tangan?? Adakah kita sanggup menggadaikan pelbagai masalah-masalah dengan sedikit kesenangan kebendaan ini?? Adakah kita takut kemunduran dan kemelesetan lebih teruk melanda jika pemerintahan ini beralih tangan?? Adakah kita takut negara ini akan diancam oleh kuasa-kuasa Barat dan semua sektor ekonomi disekat jika pemerintahan ini beralih tangan??

Disebalik itu, tidakkah kita menyedari selama ini, kita telah dibekalkan dengan suatu sistem yang serba lengkap dalam semua bidang untuk mentadbir bukan hanya setakat di negara ini malah untuk mentadbir seluruh alam iaitu SISTEM ISLAM. Sistem Islam ini telah diwasiatkan sejak 15 abad lalu yang terkandung di dalam al-Quran dan al-Hadis. Tidak perlu peningkan kepala untuk menjadi seorang ‘kreatif’ dengan menempel sesetengah SISTEM ISLAM kepada suatu sistem baru kerana ia akan menjadi lebih haru-biru. Apa yang perlu dilakukan ialah merialisasikan, tunduk dan patuh dengan penuh keimanan segala SISTEM ISLAM secara menyeluruh. Hanyalah Islam sahaja yang terunggul dari segala-galanya seperti firman Allah dalam surah Al-Baqarah: 138

Celupan Allah (yang mencorakkan seluruh kehidupan kami denga corak Islam); dan siapakah lebih baik celupannya daripada Allah?

Sejarah melalui pengalaman-pengalaman generasi terdahulu dan perkara yang telah berlaku juga dapat dijadikan sebagai panduan untuk diperkemaskan dalam sistem pemerintahan.

Jadi di dalam ‘mood’ piliharaya melanda negara masa kini marilah kita berfikir sejenak dengan situasi yang melanda diri kita sendiri. Adakah kita sanggup menggadaikan maruah agama demi mendapatkan keuntungan dunia yang serba tidak bernilai berbanding kehidupan akhirat kelak?? Adakah kita tidak merasai tanggungjawab berat terletak di tangan yang memangkah nanti?? Adakah kita menyedari dengan memangkah itu akan menambah berat neraca kita samada ke neraka atau syurga?? Adakah kita memikirkan nasib generasi anak-anak kita dan generasi pewaris akan datang menanggung beban akibat tangan yang memangkah ini?? Jadi, fikirkanlah sebaik-baiknya sebelum memangkah.

Buat generasi muda yang tidak berkesempatan untuk mengundi kerana pelbagai alasan munasabah, teruskanlah berusaha bersungguh-sungguh tanpa kenal rasa putus asa. Perkukuhkan diri dengan ilmu dan iman, perkemaskan diri dengan segala kemahiran, persiapkan diri dengan keberanian dan perlengkapkan diri dengan pengetahuan meluas. InsyaAllah suatu hari nanti akan muncul pemimpin-pemimpin yang dapat memperjuangkan tertegaknya kalimah Lailahillallah di bumi ini tanpa mengabaikan segala aspek duniawi. Inilah pemimpin-pemimpin yang dirindui dan dinanti-nanti oleh masyarakat masa kini. Percayalah…

Wallahua’lam…

Saturday, January 26, 2008

salah satu cara...

Bismillahirrahmanirrahim...

Pertamanya setinggi kesyukuran kehadrat Illahi kerana limpah nikmat-Nya dapat lagi meneruskan detik-detik kehidupan ini. dan bersyukur juga kerana pada saat ini masih lagi diberi kesempatan-kesempatan agar pintu hati ini dapat diketuk agar dibuka dan dilembutkan semata-mata mencari keredhaan-Nya. Setiap perkara yang didengari dan dialami membuatkan diri sentiasa berfikir dan bermuhasabah akan kesilapan dan kelemahan lalu. Menyedari diri ini hanyalah insan lemah dan kadangkala lalai sehinggakan detik-detik masa yang berlalu tiada harganya untuk membeli kehidupan yang kekal kelak.

Seperti biasa selesai berdoa setelah solat maghrib bergegas pulang ke rumah mengajar adik-adik mengaji dan menyelesaikan kerja sekolah. Tapi hari ini hanya mengaji. dan jam menunjukkan baru pukul 8.25 malam, masih ada masa sebelum isya'. Ketika itu juga kedengaran suara lantang dari cerobong pembesar suara surau mendetikkan hati mengarahkan tubuh melangkah pergi lebih dekat.

15 minit terakhir kuliah maghrib yang sempat dihadiri tadi sebenarnya telah memberi kesedaran baru dalam diri dan sedikit sebanyak memperbetulkan pemahaman silam. Hanya duduk diluar cermin kaca memandangkan bahagian dalam telah dipenuhi ramai orang. Ustaz sedang membicarakan makna kalimah Lailahaillallah. Kalimah yang singkat tetapi mengandungi maksud mendalam. Dimulakan dengan kalimah nafi iaitu "la" iaitu menafikan atau menidakkan atau menolak segala apa pun melainkan Allah sebagai tempat pergantungan. Kalimah ini bukan hanya setakat kalimah yang diucapkan dibibir semata tetapi makna kalimah ini menuntut setiap orang Islam berjuang menegakkannya dalam setiap detik kehidupan walau dimana jua berada. Pemahaman menyeleruh terhadap makna kalimah ini begitu penting sebagai asas pegangan setiap individu muslim dan diriku ikhlas mengatakan masih tidak sempurna dalam memahaminya.

Pertama kali mendengar mengenainya ketika pembentangan syahadatul haq sewaktu di tahun satu. Mungkin kerana kelemahan diriku yang tidak fokus atau sikap ego menyelubungi diri menyebabkan setiap isi dari pembentangan mantap itu tidak dapat digarap sepenuhnya. Apabila isi tidak dapat digarap dengan sempurna dan tiada usaha susulan seperti perbincangan dengan rakan-rakan yang lebih memahami, maka hasilnya hanya setakat apa yang digarap. Pernah suatu ketika disuruh membentangkan semula apa yang diperoleh dari pembentangan itu,tetapi entah macamana ketika itu pemikiran terangsang untuk membentangkan tentang ISK. tidak lama kemudian kesuntukan masa dan tiada sambungan selepas itu... maknanya tidak melakukan seperti apa yang diarahkan. apakah puncanya?? (satu perkara yg perlu difikirkan)

Terlintas juga di pemikiran, mengapa perkara-perkara asas bagi setiap individu muslim seperti ini tidak diajarkan sejak awal-awal lagi di bangku persekolahan?? Benda-benda asas seperti ini sepatutnya perlu diterapkan sejak dibangku persekolahan rendah lagi agar ianya menjadi nyanyian kanak-kanak dan perbualan anak kepada ibubapa semasa di rumah. Pabila memasuki alam sekolah menengah ianya perlu diperkukuhkan lagi dengan penerangan-penerangan yang lebih mendalam agar ianya terbina kukuh dan subur di dalam hati setiap pelajar Islam. dan seterusnya pabila telah menamatkan alam pembelajaran memerlukan peranan masyarakat dalam mengingatkan antara satu sama lain tentang perkara-perkara yang telah tersemai subur dan kukuh agar ianya bertambah subur, kukuh dan mekar. Dengan salah satu cara sebegini insyaAllah hasrat melahirkan masyarakat dan negara Islam sejati yang terdiri daripada individu-individu Islam sejati akan terlaksana.

Apa yang perlu dipersalahkan dalam hal ini?? Yang utama perlu dipersalahkan ialah sistem pendidikan kebangsaan dan siapa yang mengetuainya ialah Menteri Pelajaran. Ini kerana kebanyakan individu yang lahir daripada sistem pendidikan kebangsaan tidak diajar mengenai asas-asas penting Islam ini serta maknanya secara menyeluruh kerana memang tiada dalam syllibus. Oleh itu, mengapa keadaan masyarakat yang ada masakini begini?? kemungkinan jawapannya ialah:

1. Tidak pernah diberitahu tentang asas-asas Islam serta maknanya yang menyeluruh.
2. Telah diberitahu tetapi pemahaman masih tidak menyeluruh.
3. Telah memahami tetapi sikap individu itu sendiri yang menolak untuk melakukan.
4. Telah melakukan tetapi akhirnya futur.(nauzubillah)

Daripada 4 golongan ini, 2 golongan pertama insyaAllah paling senang diselamatkan dengan menerangkan apa yang tidak diberitahu atau difahami.

Oleh itu, sebagai refleksi diri... merasakan diri ini terjatuh dalam 2 golongan pertama. Kumemohon agar Allah s.w.t sentiasa membukakan pintu hati ini. dan sentiasa diberi petunjuk dan dibimbing oleh-Nya ke jalan yang Haq.

wallahua'lam..

Wednesday, January 16, 2008

Azam 2008

Bismillahirrahmanirrahim.. Telah dua malam kuberhajat untuk menulis entry ini tetapi apakan daya ketentuan Allah hanya mengizinkanku menulisnya pada malam ini. Banyak perkara berlegar-legar dalam pemikiranku ketika ini yang sedikit sebanyak mempengaruhi emosi dan perasaanku. Kumerasakan penulisan ini penting untuk menyusun dengan lebih sistematik segala yang kufikirkan masa kini agar ianya tersemat rapi untuk tatapan masa hadapan.

Kadang-kala ku merasakan cita-citaku terlalu menggunung tinggi, seolah benda-benda di lembah ku biarkannya terlepas pandang. Apakahku benar-benar berada di landasan yang betul dalam mengejar cita-citaku? Mengikut logik akal, benda yang menggunung tinggi tidak akan terbina jika asas-asasnya tidak kukuh. Inilah yang ku rasakan saat ini membuatkanku merasa sedikit tertekan. Satu persatu perkara yang mengguris hatiku berlaku. Ianya tidak berlaku jauh di luar sana tapi terjadi dalam keluargaku sendiri.

Pertamanya, televisyen. Rancangan-rancangan yang dipaparkan masa kini tiada satu pun yang benar-benar dapat mendidik jiwa masyarakat (khususnya ahli keluargaku) supaya lebih mendekati dan memahami Islam. Kebanyakannnya hanya memaparkan kisah-kisah cinta yang mempertontonkan aurat wanita yang menggelapkan hati setiap orang yang melihatnya. Hinggakan untuk melihat berita utama pun dihidangkan dengan wanita yang tidak menutup aurat. Apatah lagi isi kandungan berita penuh penyelewengan semata-mata ingin mempengaruhi pemikiran dan mengaburi mata masyarakat. Tatkala itu ku berfikir akan dosa besar yang menimpa orang-orang yang menaburkan kebohongan dan fitnah mengingatkanku akan ayat Allah dalam surah al-Qalam ayat 8-15. Nauzubillah... Selain itu, berbagai-bagai jahiliyah zaman moden dipertontonkan seperti filem-filem barat, filem-filem dari seberang, filem-filem luar negara, filem-filem melayu klasik dan pelbagai rancangan-rancangan hiburan yang meniupkan bisikan-bisikan syaitan ke dalam dada masyarakat (khususnya ahli keluargaku) supaya terikut-ikut dengan apa yang dipertontonkan. Apakah tidak terlintas di pemikiran masyarakat dan pemerintah bahawa ini merupakan ibu punca kebanyakan masalah yang berlaku masa kini?? Kuteringat suatu peringatan yang disampaikan oleh seorang senior yang juga pelajar terbaik semasa di sekolah menengah atas dulu yang mengatakan Taghut akhir zaman telah menyelinap di setiap rumah orang-orang Islam yang banyak menyebarkan keburukan dan kemudharatan. Bila difikirkan kembali baru kini kumemahami hakikat kebenaran kenyataan tersebut. Ingin saja ku mencabut salah satu komponen dalam televisyen di rumahku. Tetapi ini mungkin suatu ujian dari Allah untuk menguji sejauh mana kesabaranku dalam mencegah ahli keluargaku dari terpengaruh dengan segala unsur-unsur jahiliyah zaman moden kini. Ku sentiasa menasihati dua orang adikku supaya tidak selalu menonton televisyen kerana ilmu tidak akan masuk ke dada orang yang membuat dosa. Tambahan pula mereka berdua masing-masing akan menduduki peperiksaan PMR dan SPM pada tahun ini.

Keduanya, sikap abangku. Mungkin sikap abangku mewakili sikap kebanyakan para remaja masa kini. Sejak dari siang hari keluar rumah katanya ke KLCC hingga ke larut malam baru pulang. Kemudian tiba-tiba dia mengambil duit dari dompetku dan hanya memintanya setelah mengambilnya kemudian terus keluar kembali katanya hendak balik ke rumah di Shah Alam. Telah banyak kali kubertolak ansur dengannya tetapi kali ini menjadi peluang keemasan untukku berleter panjang dengan harapan memberi keinsafan kepadanya. Leteran panjangku bukan untuk mendapatkan kembali wangku tetapi yang lebih penting agar dia sedar dan insaf dengan keadaan dirinya sendiri. Tetapi akhirnya, mungkin leteranku semalam terkena edikit dalam hatinya membuatkan dia sanggup pulang ke rumahdari Shah Alam semata ingin membayar kembali hutangku. Aku menerimanya kembali dengan senyuman dan Alhamdulillah…

Ketiganya, setelah mendengar suatu tazkirah yang mengatakan umat Islam seharusnya menjadi kaya dan mesti bekerja sendiri tanpa makan makan gaji untuk mendapatkan kekayaan. Ketika itu, ku menilai semula diri ini adakah layak bergelar seorang jutawan suatu hari nanti ?

Pada pandanganku tidak susah untuk jadi kaya tetapi untuk mencari keberkatan dalam menjadi kaya adalah suatu yang susah. Memang dari kecil lagi menyimpan impian hendak menjadi kaya. Sejak bermula masuk ke alam persekolahan darjah 1 emak telah mengajarku untuk menabung dan setiap hari duit belanja yang ayahku berikan akan ku simpan dalam tabung. Dan cukup bulan akan disimpan di bank simpanan nasional(xtau ada lagi x bank ni skrg). Kadang-kala mak ku akan menambah sedikit. Musim hari raya simpanan bulanan pasti akan menjadi berlipat kali ganda. Pernah suatu ketika semasa di darjah tiga simpanan mencecah RM 3ribu . Tidak pernah ku keluarkan simpanan dalam bank sehingga darjah 5, pada ketika itu mak ingin membuat pembesaran rumah dan tidak cukup duit dan terpaksa mengorbankan duit simpananku sebagai gantinya. Sejak hari itu simpanan ku tidak pernah mencapai sebanyak mana yang pernah ku capai sebelumnya.

Di waktu persekolahan menengah, segala usahaku untuk berjaya adalah didorong oleh semangat ayahku. Niat utamaku semasa belajar di sekolah menengah hanya untuk berjaya dan dapat membalas jasa ayahku. Menjelang musim peperiksaan terutama PMR dan SPM kuselalu teringatkan kesusahan dan kepayahan yang dilalui ayahku dalam mencari sesuap nasi. Ingatan inilah seolah-olah menjadi dendam dalam diriku untuk berusaha dalam diriku untuk berjaya. Kerana ku melihat ayahku begitu gigih berusaha setiap hari tanpa ada cuti, kadang-kala siang dan malam semata-mata untuk menyara kehidupan kami sekeluarga. Jika melihat reality sebenar bekerja sebagai seorang jurukur tanah, orang yang mendapat sesuatu projek iaitu orang atas kepada ayahku akan mendapat habuan yang besar dan ayahku hanya mendapat hanya bahagian yang kecil. Sedangkan yang teruk bekerja ialah ayahku sedangkan yang diatas hanya perlu sign dan menanti bayaran. Tetapi bapaku seorang yang sentiasa bersyukur. Dan dikala itu aku berfikir bagaimana untuk membalas jasa bapaku ini? Setiap kali waktu cuti persekolahan pasti aku akan menawarkan diri untuk ikut bersama membantunya bekerja. Tetapi bantuan yang dapat ku hulurkan ketika itu setakat mana sangat semasa badan masih kecil. Ku mencari jalan lain, selepas PMR aku mendengar rakan-rakanku dapat mejadi sukarelawan di Pusat Sains Negara dan dibayar gaji. Aku bersama beberapa rakan-rakan lain turut serta. Dan aku menerima gaji dalam bentuk cek ketika awal bulan februari semasa di tingkatan 4. Duit gaji inilah yang kugunakan untuk membayar segala bayaran persekolahan untuk untuk melanjtkan pelajaran ke tingkatan 4. Alhamdulillah.. aku berbangga dengan diri sendiri ketika itu kerana dapat membayar yuran sekolah sendiri dan meringankan beban ayahku. Perkara sama juga berlaku ketika cuti hujung tahun selepas SPM. Pernah ku bekerja di restoran Burger King di KLCC selama 4 bulan. Disitu kupernah ditengking dan dipaksa supaya melakukan kerja dengan pantas untuk memenuhi permintaan pelanggan yang datang tak putus-putus. Selama 4 bulan kudipaksa untuk membuat burger dengan cepat, menyelsaikan transaksi pembayaran dengan cepat dan segala kerja denga cepat. Kadangkala hendak kubaling saja burger ke muka supervisorku. Setelah 4 bulan l kumendapat tahu ada pekerjaan yang menawarkan gaji yang lebih lumayan di Mandarin Oriental Hotel. Ku segera berpindah. Kemudian lebih lumayan lagi di Pusat Konvensyen Kuala Lumpur. Seperti biasa jika terdapat hari bayarannya RM 7 sejam pasti akanku ambil “overtime” sampai bekerja selama 16 jam sehari. Ketika bekerja di sana ku dapat melihat realiti sebenar perangai golongan melayu kelas atasan, perangai remaja-remaja masa kini, perangai pekerja-pekerja asing, perangai orang-orang yang bekerja di sector perhotelan dan perangai orang-orang cina di Malaysia. Mengambil sedikit contoh, hanya beberapa orang sahaja yang berada di ballroom itu yang solat Maghrib. Kumencuba sedaya-upaya untuk mengelak segala apa yang haram. Pernah juga terdetik di pemikiranku ketika itu, bagaimanakah cara jika setiap majlis yang diadakan dapat ditukar berlandaskan syariat Islam?

Mungkin ketika itu, aku tidak berfikiran begitu rasional sehingga benda yang jelas haram tetapi masih lagi aku ingin menjejakkan kaki ke dalamnya. Jika difikirkan kembali mengapa ku sanggup menerima tawaran bekerja di sana ? Itu semua atas desakan hawa nafsu untuk mendapatkan duit. Perkara yang berlalu tetap berlalu. Hikmah disebaliknya tidak ku tahu dan tidak mahu kutahu. Biarkanlah ia terus luput dari ingatanku.

Kini ku berada di realiti tahun 2008. Segala pengalaman lampau yang baik akan kujadikan iktibar buat masa hadapan dan yang buruk itu dicampakkan jauh dari ingatan.

Azam tahun 2008 ku :

  1. Menghafal dan memahami setiap isi kandungan al-Quran juz 29 dan 30 supaya lancar setiap kali mendengarnya.

Kumerasakan ini penting kerana ayat-ayat juz 29 dan 30 banyak memberi peringatan tentang ganjaran-ganjaran dan azab-azab di hari akhirat. Pabila membacanya ketika solat terutamanya sewaktu qiamullail dapat menambahkan rasa khusyu’ dan keghairahan untuk mengamalkannya. Pernah juga kumendengar suatu hadis yang mengatakan ganjaran orang membaca ayat al-Quran dalam solat adalah berlipat kali ganda jika dibandingkan dibaca di luar solat. Satu hadis nabi riwayat muslim juga mengatakan al-Quran itu akan datang pada hari akhirat kelak sebagai syafaat bagi sesiapa yang memilikinya. Setiap kali membaca ayat-ayat ini juga dapat memberikan keinsafan pada diriku yang kadangkala lupa dan lalai. Dengan sentiasa menghafal ayat-ayat ini, diriku sentiasa untuk mendekati dan mengingati Allah di masa kelapangan. Dengan hafalan dan pemahaman setiap isi kandungan ayat-ayat ini, dapat kusampaikan kepada orang-orang lain sebagai peringatan dan pengajaran. Hafalan ini juga dapat merangsangkan lagi daya pemikiran dan ingatanku yang juga dapat digunakan untuk mengingati segala fakta-fakta yang kupelajari di universiti. Apa yang penting sekali adalah niat ikhlas kerana Allah tanpa mengharapkan apa-apa sanjungan atau keuntungan peribadi dan duniawi kerana resipi inilah yang akan menjamin agar terhindar dari segala bisikan syaitan. insyaAllah…

Kumerasakan sasaran ini realistic kerana sebelum ini sewaktu belajar di persediaan ku telah berjaya menghafal juz 30 tetapi kerana tidak disusuli dengan usaha yang berterusan ianya semakin luput dalam ingatan. Hampir semua surah dalam Juz 29 juga pernahku hafal ketika tahun pertama di universiti tetapi perkara yang sama terjadi. Jadi, semoga setiap detik yang berlalu dalam 2008 kuusahakan untuk memahat baik-baik dalam ingatan segala isi kandungan juz 29 dan 30 agar ianya sentiasa berkekalan hingga ke akhir hayat. insyaAllah…

  1. Bersama-sama berusaha meningkatkan lagi usaha-usaha dakwah dan tarbiah di bumi Melbourne agar kerahmatan Islam dapat dirasai oleh sesiapa yang menerimanya. Akan kukerah segala tenaga dan kebolehan demi dakwah ini.
  2. Mendapat H1 dalam kedua-dua peperiksaan semester. Berbekalkan semangat “Islam itu tinggi dan tiada apa yang lebih tinggi daripadanya”, ku yakin pelajar Islam sepatutnya mampu untuk menjadi yang terbaik di kalagan pelajar-pelajar lain khususnya yang bukan Islam. Kecemerlangan dalam peperiksaan juga bagiku merupakan satu cara dakwah iaitu dakwah bilhal dengan menjadi contoh terbaik dikalangan pelajar-pelajar lain. Berdasarkan pengalaman 2 semester yang lepas, kudapat memahami serba sedikit system pembelajaran di universiti khususnya bidang perubatan. Setiap pelajaran telah ada tujuan dan objektif yang perlu pelajar kuasai. Setiap pelajaran juga telah disusun dengan sistematik bermula dengan asas-asas ang perlu pelajar kuasai sebelum menghadapi pelajaran-pelajaran yang lebih kompleks. Hal ini sebenarnya telah menyenangkan pelajar untuk hanya mengikuti dengan tekun apa sahaja yang diajarkan semasa lecture, tutorial dan practical. Ini juga membuatkan hatiku rasa suka dan gembira untuk mengetahui lebih mendalam setiap benda yang dipelajari. Daripada pengalaman lalu juga ku mengetahui kelemahanku iaitu tidak begitu ‘detail’dan sentiasa hendak cepat dalam mempelajari sesuatu yang baru. Dan akibatnya dalam peperiksaan hal-hal begini membuatkanku hilang arah. Dan satu lagi persediaanku sebelum peperiksaan tidak setimpal dengan keputusan yang kuidam-idamkan. Ini kerana bidang yang kupelajari ini menuntut kepada ketangkasan minda mengingat dan mengolah, kesabaran, kerajinan, keprihatinan, ketelitian dan kesediaan. Jika kesemua unsur-unsur ini dapat dikuasai insyaAllah H1 pasti dalam genggaman.
  1. Mengkaji dengan lebih mendalam sejarah Nabi Muhammad S.A.W dan sejarah Islam. Dengan mengetahui hikmah disebalik setiap yang berlaku dalam sejarah Rasulullah dan sejarah Islam, dapat dibuat pengajaran sebagai panduan dalam merencana sesuatu di masa hadapan. Dengan membaca sejarah juga dapat membangkitkan lagi semangat untuk sentiasa berjuang mengembalikan semula kegemilangan Islam.
  1. Memantapkan lagi penguasaan bahasa inggeris melalui lebih banyak berkomunikasi dengan pelajar-pelajar tempatan dan antarabangsa lain.
  1. Menyimpan sekurang-kurangnya 200 dollar pada setiap bulan.
  1. Untuk terus menulis apa sahaja yang kufikirkan dan kurasakan pada situasi semasa.

Tetapi satu perkara yang kadang-kala menghantui pemikiranku ialah perlukah aku berkahwin di usia 21-an pada 2008 ini?

Jawapan yang ikhlas dari diriku ialah tidak. Bagiku banyak lagi persediaan-persediaan yang perlu kulakukan sebelum melangkah ke alam lain. Pertamanya, kumasih belum cukup matang dan berpengalaman dalam menghadapi bidang yang sedang kupelajari kini. Tempoh setahun yang lalu belum cukup untuk mengukur sejauh mana kesenangan dan kesusahan bidang ini. Keduanya, tanggungjawab terhadap ibu bapaku. Kumerasakan belum cukup pembalasan yang kuberikan kepada kedua ibu bapaku dan dapat merasakan perasaan yang begitu mendalam mereka kepadaku sepanjang 10 bulan ketiadaanku apatah lagi jika aku telah berkahwin.

Walaupun kumenyedari kelebihan-kelebihan orang-orang yang telah berumah tangga, tetapi biarkanlah ia ditangguhkan dahulu dan apa yang pasti bukan pada tahun 2008. Tidak perlu untuk mencari-cari kerana orang kata jodoh di tangan tuhan. Ku juga meyakini firman Allah dalam surah an-Nisa’: 26 :

…laki-laki yang baik adalah untuk perempuan-perempuan yang baik…

Jadi perlulah diriku sendiri menjadi seorang lelaki yang baik dan soleh untuk mendapat perempuan yang baik dan soehah. Tidak perlu untuk menjalinkan perhubungan terlarang, jika benar-benar yakin dengan kebenaran ayat ini.

Allah juga berfirman : Jangan mendekati zina. Peringatan yang mudah dan simple dari Allah supaya menjauhkan diri dari segala perbuatan yang boleh membawa kepada zina. Pendek kata membataskan pergaulan antara lelaki dan perempuan dalam semua aspek secara total.

Allah juga berfirman : Surah An-Nur :30 tundukkan pandangan

Allah juga mengajar cara berkomunikasi dalam surah Al-Ahzab : 53

Jangan sekali-kali kalian masuk masuk ke (tempat) wanita Maka berkata seorang dari Ansar : Bagaimana pendapatmu kalau perempuan itu ipar (saudara isteri)? Maka beliau S.A.W menjawab : Ipar adalah maut (riwayat bukhari dan muslim)

Dan Allah juga mengatakan orang-orang mu’min yang beruntung adalah mereka yang menjaga kemaluannya. Al-Mu’minun :5-7

Dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah mempersiapkan kenikmatan-kenikmatan dan kelazatan-kelazatan disisi-Nya yang jauh lebih baik dan lebih kekal untuk orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Allah serta menjauhi dosa-dosa besar dan fahisyah.

Selalu mengisi masa dengan aktiviti-aktiviti berfaedah terutamanya aktiviti yang dapat memberi keuntungan di dunia dan akhirat.

Wallahua'lam...